Meminta maaf saat bersalah itu biasa.
Yang luar biasa adalah jika memintanya saat tidak bersalah.
Memberi maaf kepada orang yang bersalah kepada kita juga biasa.
Ia baru luar biasa jika kita memberikannya saat posisi kita kuat, di atas angin. Dan hanya orang-orang “istimewa” yang mampu melakukannya.
Meminta maaf saat bersalah itu akhlak yang baik.
Memberi maaf kepada yang bersalah itu juga akhlak yang baik.
Dan memberi maaf kepada yang bersalah saat posisi kita kuat, merupakan akhlak yang paling baik (dalam hal permaafan). Mengapa? Karena di dalamnya setidakya mengandung tiga kebaikan akhlak sekaligus:


