Tidak perlu kaugelisahkan gagasanmu yang belum sempurna sekarang… Engkau pun tidak perlu merasa bersalah karena belum dapat merealisasikannya segera… Engkau tidak berkewajiban untuk menyempurnakannya dalam satu waktu sekaligus, juga tidak berkewajiban untuk menunaikannya dalam waktu yang cepat… Engkau hanya berkewajiban untuk mengembangkan dan mewujudkannya… Dan tidak ada batasan waktu untuk menjadikannya sempurna… Engkau hanya tidak boleh menyia-nyiakan waktu dan kesempatan untuk terus mengurusi gagasanmu secara baik…
# 127 : Tetaplah Bekerja Keras…!
Kesejahteraan yang tengah dinikmati seseorang itu bukan karena kerjakerasnya, tetapi karena anugerah-Nya, atau malah ujian-Nya… Sebab, banyak yang telah bekerja keras tetapi tidak sejahtera seperti orang-orang yang tengah hidup lapang itu… Mereka tetap berkehidupan sulit, sekalipun kulit tubuh mereka telah berkerut keriput dan berlipat-lipat tanda kerasnya kerja mereka…
# 178 : Bantulah Peminjam Uangmu Melunasi Utangnya
Jika engkau ikhlas berbuat baik meminjamkan uangmu kepada orang lain yang sedang kesulitan, maka bantu juga dia untuk bisa melunasinya… Itu berarti engkau telah membantunya dua hal, yakni memberinya pinjaman dan membantunya melunasi utang. Dan bantuanmu yang kedua itu akan menjadi sedekahmu yang bernilai sangat besar, bisa jadi lebih besar dari kebaikanmu yang pertama… Misalnya, dengan memberinya jalan keluar… atau memberinya peluang… atau memberinya kail usaha, dan lain sebagainya…
Kecuali jika engkau tidak menginginkan uangmu kembali, maka terserahmulah mau bantu dia atau tidak… Toh sepertinya engkau pun tidak tulus uangmu kembali melalui tangannya…!!! Atau jangan-jangan malah engkau sebenarnya menginginkan peminjam itu tidak mampu melunasi utangnya, lalu kauceritakan kepada orang-orang bahwa si peminjam itu tidak bisa dipercaya, atau lebih buruk dari itu… Sehingga mungkin engkau merasa lebih puas dengan menjatuhkannya di hadapan orang-orang, ketimbang menerima uangmu kembali…
Keyword ke ashoffmurtadha.com
,uangku buat apa (1)# 174 : Forget The Future…!!!
Forget The Future…!!!
Ya, lupakan masa depan…!!!
Sekarang ini engkau terus berjuang, berpikir keras, bekerja keras, mengejar dan memburu MASA DEPAN dengan semangat tanpa tanding… Lalu kaukira engkau akan dapat mencapainya… ????
TIDAK…!!! Engkau takkan pernah dapat meraih masa depan itu, karena saat kau mencapainya, MASA DEPANmu itu telah menjadi MASA SILAM banyak orang, MASA SILAM peradaban, dan MASA SILAM sejarah… Dan engkau tetap hanya makhluk masa silam di tengah peradaban dan sejarah… Engkau takkan pernah bisa meraih masa depan….!!! Bahkan masa depan yang kauperjuangkan hari ini pun kelak menjadi masa silam bagimu sendiri…!!!
Keyword ke ashoffmurtadha.com
,amalan mengetahui masa depan (1)# 125 : Mana Yang Kaupilih: Yang Pertama, atau yang Kedua…?
Tidak jarang, godaan datang justru saat engkau baru saja memulai sebuah langkah yang sudah kaurencanakan dan harus segera kauwujudkan… Dan godaan yang dimaksud justru berupa gagasan lain yang kauanggap lebih baik, tetapi berisiko dihentikannya gagasanmu yang pertama yang sebelumnya kauyakini hebat…
Saat engkau baru saja tancap gas untuk mewujudkan gagasan yang hendak kauwujudkan, tiba-tiba datang gagasan lain yang diyakinkan hebat dalam penglihatanmu…tetapi dampaknya, jika engkau ambil gagasan yang kedua maka engkau harus meninggalkan gagasan yang pertama dan melupakannya…
Keyword ke ashoffmurtadha.com
,bahasa arab 125 (1)# 148 : Mana yang Harus Kaupilih: Pekerjaan yang Membuatmu Nyaman ataukah Baik…?
Kerelaan akan membuat hati lapang… Sedangkan keterpaksaan akan membuatnya tidak nyaman… Itulah sebabnya, setiap tindakan seseorang harus dikerjakan dengan kerelaan… Pekerjaan yang dilakukan dengan rela, akan membahagiakan pelakunya, sekalipun pekerjaan itu berat dan memberatkan… Sebaliknya, pekerjaan yang dilakukan dengan terpaksa, akan menjadi tekanan bagi pelakunya, sekalipun pekerjaan itu ringan dan mudah dikerjakan…
Maka… untuk kenyaman hatimu, kerjakan pekerjaan yang membuatmu bahagia, dan tinggalkan pekerjaan yang membuatmu kecewa…
Akan tetapi, sejujurnya ada keterpaksaan yang lebih baik daripada kerelaan… “Terpaksa berbuat baik, lebih baik daripada sukarela berbuat buruk….” Sekalipun keterpaksaan tersebut tidak membuat nyaman, tetapi bisa menyelamatkan….


