Ciptakan Satu Lahirkan Seribu

# 97 : Engkau Kalah Bukan Karena Mereka Kuat

Engkau kalah bukan karena mereka kuat, melainkan karena engkau lemah.. Mereka mengalahkanmu bukan karena mereka hebat, melainkan karena dirimu memprihatinkan…

Seringkali orang-orang terpana oleh kehebatan seseorang, kemudian mereka mengira bahwa orang itu takkan bisa disaingi atau dikejar… Mereka bahkan meyakini bahwa mereka takkan mungkin bisa mengunggulinya…

Mau Berlangganan Blog Ini?

Jika www.ashoffmurtadha.com ini bermanfaat bagi Anda, dan Anda perlu mendapatkan up date artikel dan infonya, sila tuliskan identitas Anda di bawah ini. Semoga ini adalah awal kebaikan kita semua.

Nama
Email:
 
Powered by Optin Form Adder

# 93 : Tiga Reaksi Menyikapi Hal yang Tidak Mengenakkan

Ada tiga reaksi menyikapi sesuatu yang tidak mengenakkan…

Pertama, langsung menyalahkan orang lain dan menuduhnya sebagai penyebab.. Orang seperti ini akan mudah menyerang orang lain… Dan ia tidak pernah merasa dirinya bersalah…

Kedua, langsung menyalahkan diri sendiri secara ekstrem, sehingga menempatkan diri sebagai orang yang tidak berguna dan selalu salah….. Orang seperti ini cenderung pesimis, minder bahkan rendah diri… Ia merasa bahwa dirinya penyebab berbagai masalah, baik yang menimpa dirinya, bahkan yang menimpa orang-orang di sekitarnya…

# 32 : Mensyukuri Kebaikan Orang

Jika kita bisa berbuat baik, orang lain juga bisa. Jika kita sering merahasiakan kebaikan kita, atau berbuat baik secara diam-diam, orang lain juga mungkin sering bertindak sama. Jika kebaikan kita sering tidak terlihat dan terasa oleh orang lain, kebaikan mereka juga mungkin tidak nampak dalam pandangan kita, bahkan kita tidak menyadarinya.

# 108 : Maaf Terbaik adalah yang Diberikan Saat Engkau Kuat

Meminta maaf saat bersalah itu biasa.
Yang luar biasa adalah jika memintanya saat tidak bersalah.
Memberi maaf kepada orang yang bersalah kepada kita juga biasa.
Ia baru luar biasa jika kita memberikannya saat posisi kita kuat, di atas angin. Dan hanya orang-orang “istimewa” yang mampu melakukannya.

Meminta maaf saat bersalah itu akhlak yang baik.
Memberi maaf kepada yang bersalah itu juga akhlak yang baik.
Dan memberi maaf kepada yang bersalah saat posisi kita kuat, merupakan akhlak yang paling baik (dalam hal permaafan). Mengapa? Karena di dalamnya setidakya mengandung tiga kebaikan akhlak sekaligus:

# 149 : Tidak Perlu Kaugelisahkan Gagasanmu yang Belum Sempurna Sekarang

Tidak perlu kaugelisahkan gagasanmu yang belum sempurna sekarang… Engkau pun tidak perlu merasa bersalah karena belum dapat merealisasikannya segera… Engkau tidak berkewajiban untuk menyempurnakannya dalam satu waktu sekaligus, juga tidak berkewajiban untuk menunaikannya dalam waktu yang cepat… Engkau hanya berkewajiban untuk mengembangkan dan mewujudkannya… Dan tidak ada batasan waktu untuk menjadikannya sempurna… Engkau hanya tidak boleh menyia-nyiakan waktu dan kesempatan untuk terus mengurusi gagasanmu secara baik…

Keyword ke ashoffmurtadha.com

,diam tulisan (1)

# 127 : Tetaplah Bekerja Keras…!

Kesejahteraan yang tengah dinikmati seseorang itu bukan karena kerjakerasnya, tetapi karena anugerah-Nya, atau malah ujian-Nya… Sebab, banyak yang telah bekerja keras tetapi tidak sejahtera seperti orang-orang yang tengah hidup lapang itu… Mereka tetap berkehidupan sulit, sekalipun kulit tubuh mereka telah berkerut keriput dan berlipat-lipat tanda kerasnya kerja mereka…