Lebih dari 20 tahun seseorang belajar bahasa inggris, sejak SD hingga S3… tapi banyak orang telah melihat sendiri hasilnya… sistem pembelajaran bahasa inggris dalam sistem pendidikan nasional sekarang ini bukan hanya SUPER LAMBAT… tetapi bahkan GAGAL… “Membekalkan kompetensi bahasa Inggris kepada bangsa selama kurang lebih 20 tahun… dan tidak melahirkan hasil yang diharapkan..”
Mengapa banyak lembaga kursus bahasa Inggris muncul? Salah satunya, karena sebagai kritik atas sistem pembelajaran bahasa inggris di institusi pendidikan formal…
Para mahasiswa S1, S2, S3 atau juga dosen –misalnya– untuk bisa menerjemahkan buku literatur bahasa Inggris umpamanya, butuh berapa lamakah mereka belajar …? Berapa lama lagikah waktu yang mereka butuhkan untuk penguasaan grammar, conversation, pengayaan kosokata…? Dan berapa lama lagikah yang mereka butuhkan untuk bisa menulis buku dalam bahasa Inggris…?
Entahlah… selama ini berapa lama mereka menghabiskan waktu untuk semua kompetensi yang dibutuhkan itu….
Tetapi dalam rangka percepatan, mengapa tidak mungkin SEMUA kompetensi di atas cukup ditempuh misalnya maksimal 1 BULAN, dengan kosakata yang kaya …? Misalnya sebagai berikut:
Grammar + conversation cukup paling lama 10 hari…
Translation skill cukup maksimal paling lama 10 hari…
Writing skill cukup maksimal paling lama 10 hari juga…
Cukup 1 Bulan….!
Jika seseorang (bahkan anak SD sekalipun) dapat memahami dan menguasai –misalnya :
1. TENSES cukup HANYA dalam waktu 10 menit saja…
2. ING Form cukup HANYA dalam waktu 10 menit saja ….
3. Cakap ber-Conversation, meski hanya belajar cukup 10 Hari saja….
3. Bisa Menerjemahkan teks-teks Inggris meski belajar cukup HANYA 10 hari saja…
4. Bisa Menulis teks dan artikel dengan bahasa Inggris, meskipun belajar cukup HANYA 10 hari saja…
dan lain-lain…
Maka… belajar dan menguasai bahasa Inggris (untuk bangsa Indonesia ini) bahkan cukup hanya sampai tingkat SD saja… Cukup kita hentikan pembelajarannya sejak SMP, karena sejak SD mereka sudah menguasainya…
Inilah KECEPATAN –dalam metodologi pembelajaran bahasa Inggris..
Jika imajinasi penguasaan bahasa Inggris ini dicapai (dengan kecepatan itu), maka kita OPTIMIS bahwa Budaya Keunggulan dalam bahasa Inggris itu bisa dicapai untuk bangsa ini…
Siapakah di negeri ini yang saat ini tidak butuh bahasa inggris…? Sungguh, semua orang, semua kalangan, semua profesi, dan lainnya, butuh bahasa inggris… Jika bangsa ini sepakat bahwa inggris adalah bahasa penting dan wajib dikuasai oleh semuanya, sehingga kalau perlu bahasa ini menjadi second national language, maka imajinasi ini harus diwujudkan… dan itu PASTI butuh teknis metodologis…
Kita berimajinasi… jika kemampuan bahasa Inggris individu-individu bangsa ini sudah baik dan fungsional, sehingga mereka bisa menggunakannya sebagaimana mereka biasa menggunakan bahasa indonesia (baik lisan maupun tulisan)… maka imajinasi berikutnya akan lahir….
Saat itu pelajaran bahasa Inggris sebagai pelajaran atau matakuliah tidak dibutuhkan lagi… seperti disebutkan di muka, pembelajaran bahasa Inggris CUKUP sampai tingkat SD saja… selanjutnya, orang-orang menggunakan kecepatannya untuk berburu keunggulan-keunggulan lainnya…
Salam ekselen…!!!
25 September 2011
Ashoff Murtadha












