Saat hidupmu benar-benar sulit, engkau merasa dirimu adalah orang yang paling malang di dunia… Engkau keluhkan kemalanganmu kepada Tuhan, bahkan engkau ceritakan pula penderitaanmu kepada banyak orang… Mungkin engkau berharap mereka bersimpati dan mengulurkan tangan kebaikan kepadamu… Dalam kesulitanmu itu engkau merasa diri jauh dari kebahagiaan… Dan engkau mungkin merasa memiliki alasan yang tepat untuk menyatakan diri tidak bahagia…
Kemudian… dengan kasih sayang-Nya, Tuhan pun mengijabahmu, melalui doa-doa dan amal salih yang kaulakukan saat itu…Kini hidupmu lebih baik, beranjak dan meningkat jauh… Allah memberimu berbagai kemudahan yang belum DIA berikan kepada orang-orang di sekelilingmu… Dibandingkan mereka, sebenarnya engkau adalah orang yang sejahtera… Engkau beruntung mendapatkan karunia itu…
Tetapi…. lagi-lagi engkau mengeluh, bahkan menggerutu… “Aku bosan hidup susah; aku muak dengan kehidupanku yang sulit ini; kapan ya aku bisa hidup senang seperti mereka-mereka…” dan sebagainya… Ternyata engkau masih juga belum merasa bahagia saat penghidupanmu jauh lebih baik dari sebelumnya…
Lalu kapankah engkau akan bahagia? Apa lagikah yang belum kauraih? Jika yang menjadi kebahagiaanmu adalah “kepemilikan”, sungguh engkau telah memiliki berbagai hal yang tidak dimiliki banyak orang… Lalu mengapa engkau TIDAK MAU bahagia juga….?
Sungguh, jika kebahagiaanmu digantungkan pada kepemilikan bendawi, maka selamanya engkau takkan pernah bahagia… Sebab, kepemilikan yang satu akan menuntut ribuan kepemilikan baru yang belum kaugenggam… Dan jika itu yang menjadi acuan kebahagiaanmu, maka selamanya engkau hidup menderita….
Malang nian hidupmu yang telah kaupenuhi dengan kesengsaraan hati…!
Kesulitan hidup tidak kaurenungi… Kemudahannya tidak kaunikmati….!
Kesempitan kaukeluhkan… Kelapangan kauabaikan…!
Sakit tidak membuatmu lebih kuat… Sehat juga tidak membuat hidupmu meningkat…!
Lalu… akankah engkau meneruskan sisa hidupmu dengan kemalangan batin yang takkan berakhir…?
Tidak…!!! Sayangilah dirimu…!
Sungguh setiap jiwa berhak bahagia, dan sangat pantas mendapatkannya…
Namun…. sayangnya, hanya jiwa yang bersyukurlah yang mampu bahagia… Seorang pensyukur adalah orang selalu bahagia, baik saat susah maupun mudah, saat sakit maupun sehat… Kebahagiaan takkan mungkin menyertai jiwa yang mengeluh…
Maka… bersyukurlah SEKARANG JUGA...! Bahagiakan jiwamu dengan syukur… agar tidak DIA cabut karunia-karunia-Nya itu darimu… Tetapi, jangan kaurencanakan syukurmu esok hari, sebab syukur akan bermanfaat jika engkau melakukannya saat ini juga…!!!
Salam bahagia…!
Bandung, 18 Oktober 2010
Ashoff Murtadha













subhanallah, alhamdulillah ….
apa boleh saya konversi tulisan2 disini menjadi file .pdf sehingga orang mudah men-download dan mendistribusi dalam bentuk bulettin sebagai bacaan ringan ?
jazakallah
Silahkan….
tapi jangan lupa tuliskan nama penulisnya dan sumber asal situsnya, yakni http://www.ashoffmurtadha.com
Syukran
Ekselen!