Apakah kesulitan hidup bisa dihilangkan dengan infak atau sedekah? Al-Quran menjawab, “Hendaknya orang yang sedang lapang menginfakkan sebagian dari kelapangan hartanya. Dan orang yang sedang ditimpa kesulitan, maka hendaknya ia menginfakkan apa yang telah Allah anugerahkan kepadanya. Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan apa yang telah Dia berikan. Allah akan menjadikan kemudahan setelah kesulitan.” (QS Al-Thalaq 65:7)
Allah Swt. sungguh telah menjanjikan kemudahan setelah kesulitan, bagi siapa saja yang tengah kesulitan rezeki, yang berinfak dengan apa saja rezeki yang telah ia terima dari-Nya… DIA tidak membebani, tetapi keikhlasan berinfak dan bersedekah (berapa pun) akan membuat-Nya memberi anugerah kemudahan rezeki kepada pelaku infak tersebut. Musibah dan bencana juga bisa ditolak dengan sedekah dan infak. Nabi bersabda, “Mulailah pagi kalian dengan sedekah, karena bencana/malapetaka takkan bisa melampaui sedekah.”
Selain itu, infak dan sedekah tidak hanya berfungsi untuk menghilangkan kesulitan dan mendapatkan kemudahan, atau menolak bencana dan marabahaya, tetapi juga bisa memperluas, memperbanyak, dan memberkahkan rezeki. Ayat di atas juga menegaskan bahwa orang yang sedang hidup dengan kemudahan (lapang rizki), harus berinfak dan bersedekah.. Dan itu akan menjaga, melindungi, dan memperbanyak anugerah yang telah ia terima dari-Nya.
Allah Swt. telah memastikan, “Jika kalian bersyukur, maka niscaya Aku tambahkan untuk kalian (nikmat-Ku), dan jika kalian kufur (atas nikmat), maka sesungguhnya siksa-Ku sungguh amat pedih..” Nabi Saw. bersabda, “Sesungguhnya sedekah hanya akan memperbanyak harta…” “Sebaik-baik pintu kebajikan adalah sedekah.” Artinya, banyak pintu kebajikan yang Allah sediakan bagi hamba-hamba-Nya, tetapi pintu yang terbaik itu adalah sedekah… Maka, kalau seseorang ingin mendapatkan berbagai kebajikan, maka ia harus membukanya dengan infak dan sedekah.
Semoga infak, sedekah, wakaf dan lainnya yang sudah kita lakukan, di mana pun dan kapan pun, bisa menghilangkan kesulitan, menolak bencana dan bahaya, membuka berbagai kebajikan yang sangat kita butuhkan, mengundang berbagai kemudahan segera datang, menambahkan karunia-Nya dilimpahkan, dan lain sebagainya… Sungguh Allah adalah sebaik-baik Pemberi rezeki, sebaik-baik Pemberi solusi… Semoga pula, setiap harta yang kita infakkan kelak menjadi harta kita di akhirat… Saat harta dunia ditinggalkan, semoga infak-sedekah itu menjadi harta berharga kita yang menyelamatkan kehidupan kita di akhirat nanti… Nabi Saw. sungguh telah menegaskan, “Hartamu adalah apa yang engkau infakkan, bukan apa yang engkau pegang.”***
Bandung, 24 Juni 2011
Ashoff Murtadha












