Ciptakan Satu Lahirkan Seribu

# 66 : Tepatkan Bacaanmu, dan Tuliskan dengan Benar

# 66 : Tepatkan Bacaanmu, dan Tuliskan dengan Benar

Apr 12, 2011

Membaca adalah bagian sangat penting dari kompetensi dasar berbahasa… Demikian halnya dengan menulis… Keduanya sangat urgen, dan saling menyempurnakan satu sama lain…. Termasuk dalam bahasa Arab…

Jika seseorang hendak belajar bahasa Arab, maka ia bukan hanya harus bisa membaca tulisan Arab dengan tepat, tetapi juga harus bisa menuliskan setiap kata dan bahkan huruf Arab, dengan benar… Orang yang membaca tulisan Arab dengan tepat, memorinya akan menggerakkan tangannya untuk menulis dengan benar…. Sebaliknya, orang yang terbiasa menulis kata Arab dengan benar, maka ia akan lebih terpandu untuk membacanya  dengan tepat dan benar pula…

Kemampuan membaca dan menulis bahasa Arab dengan benar, harus dibekalkan, dilatihkan, dan dibiasakan sejak awal, bahkan sejak proses belajar bahasa Arab baru dimulai… Keduanya harus dilatih sekaligus secara bersamaan, dan itu tidak membingungkan, malah sebaliknya, malah saling menguatkan dan menyempunakan satu sama lain…

Sebuah kata Arab, ada yang dibaca panjang di sebagian hurufnya, ada juga yang dibaca pendek… Ada juga huruf yang dibaca sukun (mati, tak berharakat), dan ada juga yang berharakat fahthah, dhammah, dan kasrah… Ada juga huruf yang harus dibaca dengan penekanan (tasydid)… Selain itu, bunyi beberapa huruf juga ada yang mirip…

Nah, saat kita belajar bahasa Arab, cara membaca setiap kata Arab itu harus benar dan tepat, termasuk membaca harakat huruf akhirnya…. Bila kita salah membacanya, maka kesalahan itu akan mengakibatkan salah makna…

Misalnya membaca dua kata berikut yang seperti sama padahal sangat berbeda maknanya: QAATILUN (huruf “qaf” dibaca panjang, karena ada huruf “alif” setelahnya) dan QATIILUN (huruf “ta” dibaca panjang karena ada huruf “ya” sesudahnya)… Bila kita salah membaca mana huruf yang harus dipanjang dan dipendekkan dari kedua kata tersebut, maka maknanya sangat fatal, karena sangat bertentangan…

Jika kata QAATILUN berarti “orang yang membunuh”, maka maka kata “QATIILUN” berarti “orang yang terbunuh”. Yang pertama bermakna subjek pelaku, sedangkan yang kedua adalah objek penderita dari suatu perbuatan.

Contoh serupa sangat banyak dalam bahasa Arab… Dan ini baru berkenaan dengan panjang dan pendeknya bacaan suatu huruf… Kita belum menyebutkan tentang makhraj, syiddah, dan bacaan harakat (baik di huruf awal, tengah maupun akhir), yang kesemuanya bisa membedakan makna suatu kata…

Apa yang kita baca, adalah apa yang kita tuliskan… Dan apa yang kita tuliskan, adalah apa yang kita bacakan… Karenanya, setelah kita berlatih membaca dengan tepat dan benar, maka kita harus berlatih menuliskannya dengan tepat dan benar pula…

Orang yang sudah terbiasa benar dalam membaca kata Arab, tidak otomatis bisa menuliskannya dengan benar pula… Akan tetapi, orang yang sudah benar saat membaca kata Arab, maka kemungkinan untuk bisa menuliskannya dengan benar, adalah lebih besar… Sebab, setiap kata yang telah biasa kita baca akan terrekam dalam memori kita… Memori itulah yang kelak memandu tangan kita bagaimana menuliskannya….

Oleh karena itu, kalau kita belajar bahasa Arab, maka bekalkan sekaligus skill membaca dan menulis… Dengan membekalkan dan membiasakan diri pada kedua skill itu secara langsung, akan membuat proses belajar bahasa Arab lebih efisien, bahkan lebih efektif…

Maka… sejak pertama kali engkau belajar bahasa Arab, perhatikan teori ini, “tepatkan bacaanmu, dan tuliskan dengan benar…”

Kelak, dengan cara seperti itu, belajar bahasa Arab akan lebih mudah, mengajarkannya juga begitu… Konsep dan cara belajar seperti inilah yang terus dikembangkan di ARAB MUDAH CENTER – AL-SHAFA INSTITUTE…***

Tentang bagaimana kita bisa belajar Arab dengan dengan mudah, klik di sini….

— singgah dulu di menu lengkap, klik di sini

Bandung, 18 Syawwal 1431 / 27 September 2010

Ashoff Murtadha

Mau Berlangganan Blog Ini?

Jika www.ashoffmurtadha.com ini bermanfaat bagi Anda, dan Anda perlu mendapatkan up date artikel dan infonya, sila tuliskan identitas Anda di bawah ini. Semoga ini adalah awal kebaikan kita semua.

Nama
Email:
 
Powered by Optin Form Adder

Keyword ke ashoffmurtadha.com

,cerita bahasa arab berharakat (66),doa sholat tahajud arab (28),contoh memo dalam bahasa indonesia (24),memo bahasa arab (21),contoh memo resmi bahasa indonesia (11),Arti angka dalam bahasa arab (10),contoh tulisan arab (10),harakat syiddah (6),cerita bahasa arab berharakat dan kosakata (4),cara belajar menulis arab (4),bahasa arab berharakat (4),bismillah huruf arab berharakat (3),cara menulis huruf arab berharakat (3),contoh bacaan bahasa arab mi (3),contoh memo bahasa arab (3),bacaan syiddah (3),kosakata arab berharokat (2),kemampuan menulis huruf arab (2),contoh harakat (2),cara mudah mengajar bahasa arab (2),cara menulis dan membaca huruf dan angka dalam bahasa arab (2),kata yang sama bacaan tetapi tulisan dan artinya berbeda (2),bahasa arab berharokat (2),bagaimana cara menulis arab kata mutiara (2),terjemahan indonesia arab berharakat (2)
Jika artikel ini bermanfaat, silakan share di:
  • Digg
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • Technorati
  • del.icio.us
  • MyShare
  • MySpace
468 ad

One comment

  1. Mumtaz tad. Banyak pencerahan setiap kali saya berkunjung ke sini.
    :P

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>