Ciptakan Satu Lahirkan Seribu

# 46 : Jangan Menilai Seseorang Hanya dengan Penglihatanmu Sekarang

Suatu saat mungkin engkau melihat seseorang tidak berlaku baik seperti yang kaupikirkan dan harapkan. Lalu engkau menilainya buruk, tidak berperikemanusiaan, tidak memiliki simpati dan empati seperti yang kaubayangkan. Bahkan mungkin engkau merasa lebih baik darinya, karena saat itu engkau bisa berbuat baik ketika ia tidak.

Berhati-hatilah…. engkau mungkin sedang tertipu… Bahkan engkau mungkin sedang salah menilai seseorang. Jika engkau menilainya hanya dengan apa yang kaulihat sekarang, maka akuilah bahwa engkau pun sering tidak berbuat baik ketika orang-orang bisa melakukannya. Dan sebagian dari kondisi demikian membenarkanmu untuk tidak berbuat baik.

Misalnya karena engkau sedang tidak mampu melakukannya, atau rezekimu sedang ditahan Tuhan, atau tanganmu tidak sedang memegang peluang, atau engkau memang tidak tahu bahwa saat itu seharusnya engkau berbuat baik kepada orang lain, atau mungkin engkau sedang merencanakan sebuah kebaikan yang tidak diperkirakan orang…

Dan saat itu, ketika engkau tidak berbuat baik tersebut, engkau berusaha memaafkan dirimu, dan membenarkan pilihan tindakanmu… Padahal, mungkin orang-orang yang melihatmu menilaimu dengan buruk. Tentu hatimu tidak menerima penilaian mereka, karena sesungguhnya engkau tidak seburuk yang mereka kira. Namun sayangnya, itulah yang mereka melihat darimu…

Maka, jika engkau tidak mau dinilai hanya dari apa yang mereka lihat darimu sekarang, maka janganlah menilai seseorang hanya berdasarkan penglihatanmu sekarang… Cobalah ingat-ingat, mungkin beberapa waktu atau hari yang lalu ia telah banyak berbuat baik ketika engkau justru tidak. Dan ia memaafkanmu, memaklumimu…

Penglihatan itu terbatas. Dan tidak setiap kebenaran bisa terlihat oleh pandangan. Penglihatan memang dibutuhkan untuk menyaksikan kebenaran. Tetapi kebenaran tidak selalu muncul dalam penglihatan….

Maka bersabarlah menilai seseorang… Ketergesaanmu memutuskan penilaian, akan menghijab matamu dari kebenaran…

Untuk menu utama, klik di sini
—–
Bandung, 28 Agustus 2010
Ashoff Murtadha

Mau Berlangganan Blog Ini?

Jika www.ashoffmurtadha.com ini bermanfaat bagi Anda, dan Anda perlu mendapatkan up date artikel dan infonya, sila tuliskan identitas Anda di bawah ini. Semoga ini adalah awal kebaikan kita semua.

Nama
Email:
 
Powered by Optin Form Adder

Keyword ke ashoffmurtadha.com

,menilai seseorang (139),jangan menilai seseorang (8),hadis tentang menilai seseorang (6),mufradat bahasa arab ppt (3),hadits tentang menilai seseorang (3),salah menilai orang (2),salah menilai seseorang (2),hadist tentang menilai orang (2),hadist menilai orang (2),bagaimana menilai seseorang (1),pentingnya nahu sharaf ppt (1),belajar menilai seseorang (1),ceramah menilai seseorang (1),menilai orang baik (1),menilai intengritas seseorang (1),menilai buruk seseorang (1),kumpulan teks percakapan bahasa arab 2 orang tentang penyakit (1),ketika orang menilaimu buruk (1),kata kata menilai orang (1),hadis berkaitan menilai seseorang (1),hadis sahih mengenai menilai seseorang (1),hadits mengenai menilai orang (1),hadith mengenai menilai orang (1),bagaimana menilai orang baik (1)
Jika artikel ini bermanfaat, silakan share di:
  • Digg
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • Technorati
  • del.icio.us
  • MyShare
  • MySpace
468 ad

2 comments

  1. gumuruhNo Gravatar /

    syukron dengan artikel na…
    memang mata ini kadang saking seringna melihat
    sesuatu yg lebih disukai memiliki efek kepada mindset menyatakan apa yg disukai itu lbh baik
    ktmbang dgn apa yg dhadapi (tdk dskai).

  2. adminNo Gravatar /

    Sama-sama Mas… semoga bermanfaat… Dan terima kasih telah berkunjung ke sini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>