# 44 : Jumlah Rakaat Salat Tahajjud dan Caranya

Salat tahajjud biasa juga disebut dengan nafilah al-layl. Disebut demikian, karena salat tahajjud merupakan salat sunnah rutin yang khusus dilakukan pada malam hari. Nafilah artinya sesuatu yang disunnahkan, atau tambahan. Selain malam hari, salat nafilah juga ada yang dilakukan pada subuh (yang disebut dengan nafilah al-shubhi) dan siang hari (yang disebut dengan nafilah al-nahar).

Di sini kita tidak membahas nafilah al-shubhi dan nafilah al-nahar. Sekarang kita fokus pada bahasan tentang nafilah al-layl. Mungkin suatu saat kita bisa bahas jenis nafilah lain pada kesempatan atau momentum lain, atau bahkan forum berbeda (belum tentu di blog, maksudnya).
Kata nafilah sendiri terdapat dalam Al-Quran, yang terjemahannya berbunyi sebagai berikut, “Dan pada sebagian malam, bertahajjudlah sebagai nafilah bagimu…” (QS al-Isra, 17:79).

Berkenaan tentang nafilah al-layl atau tahajjud ini saya mencoba menghimpun beberapa sumber dan mencoba menyimpulkannya sebagai berikut. Sejauh yang bisa ketahui, salat tahajjud yang dilakukan oleh Nabi Saw. adalah sebagai berikut:

  • di rumah (tidak di masjid)
  • sendiri-sendiri (tidak berjamaah)
  • pada sepertiga malam akhir, atau setengah malam akhir, atau mendekati dua pertiga malam (bukan ba`da salat Isya langsung)
  • berjumlah 11 (sebelas) rakaat

Itulah yang relatif lebih disepakati oleh para ulama. Sedangkan perbedaan di antara mereka lebih muncul berkenaan dengan cara salat beliau. Apakah dengan dua rakaat satu salam, ataukah empat rakaat satu salam (tanpa duduk di rakaat kedua)?

Kalau menurut Aisyah, “Pada bulan Ramadhan dan bulan lainnya Rasulullah Saw. tidak menambahkan lebih dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat, jangan kautanya baik dan panjangnya empat rakaat itu. Kemudian beliau salat empat rakaat, jangan kautanya baik dan panjangnya empat rakaat tersebut. Kemudian beliau salat tiga rakaat.” (Muttafaq alayh)

Tetapi dalam riwayat lain Aisyah mengatakan berbeda dari apa yang disampaikan di atas, “Rasulullah Saw. salat malam sebanyak 13 rakaat, (yakni) melakukan witir dengan lima rakaat, di mana beliau tidak duduk kecuali di rakaat terakhir (rakaat kelima dari witir itu). –menurut riwayat ini, jumlah 13 rakaat itu adalah 8 + 5 rakaat witir.

Sedangkan dalam riwayat Ibnu Umar, ia mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Salat malam itu (dilakukan) dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian takut (dua rakaat itu dianggap sebagai) salat subuh, maka hendaknya ia salat lagi satu rakaat yang mengganjilkan rakaat-rakaat salat sebelumnya.” (Muttafaq alayh)

Kedua riwayat Aisyah dan riwayat Ibnu Umar di atas terdapat dalam Bulugh al-Maram, karya Ibnu Hajar al-Asqalani. Riwayat Aisyah yang pertama juga terdapat dalam buku Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid, karya Ibnu Rusyd.

Sedangkan cara salat Rasulullah Saw. yang diriwayatkan melalui jalur Ali bin Abi Thalib yang disebut Nabi Saw. sebagai pintu kota ilmunya (beliau bersabda, “Aku adalah kota ilmu, sedangkan Ali adalah pintunya, barangsiapa ingin menuju kota, hendaknya ia masuk melalui pintunya), sebagai berikut:

Salat nafilah al-layl (tahajjud) adalah 11 rakaat, yang terdiri dari:

  • 8 rakaat yang disebut dengan shalat al-layl. Delapan rakaat ini dilakukan dengan cara: setiap dua rakaat diakhiri satu kali salam. Sehingga ada 4 kali salam untuk 8 rakaat. Setiap usai dua rakaat dan salam, disunnahkan (mustahabb) membaca Tasbih al-Zahra (yakni 33 x subhanallah, 33 x alhamdulillah, dan 34 x allahu akbar), dan sujud syukur.
  • Setelah 8 rakaat, kemudian salat dua 2 rakaat yang disebut dengan shalat al-syaf`i (salat genap). Disebut genap karena berjumlah dua rakaat. Diberi jeda waktu antara shalat al-layl yang 8 rakaat dan shalat al-syaf`i yang berjumlah 2 rakaat.
  • Usai shalat al-syaf`i (mudahnya disebut salat syafa`) lalu diakhiri dengan salat witir, yakni 1 rakaat. Disebut witir (ganjil) karena berjumlah ganjil, yakni 1 (satu). Dua rakaat sebelum witir bukan termasuk witir, karena berjumlah dua rakaat. Dua rakaat sebelum witir disebut salat genap, atau shalat al-syaf`i.

Uraian ini disarikan dari buku Miftah al-Jannat, karya Imam Sayyid Muhsin Amin, jilid 1, cetakan Dar al-Ta`aruf li al-Mathbu`at…

Salat witir 1 rakaat itulah yang mengakhiri proses salat Nafilah al-Layl yang sebelas rakaat tersebut. Belum sempurna nafilah al-layl (tahajjud) jika belum diakhiri dengan witir. Jadi, nafilah al-layl adalah satu paket salat sunnah yang rutin dijalankan pada rentang waktu antara tengah malam hingga terbit fajar. Dan salat tersebut terdiri dari 11 rakaat seperti yang disebutkan di muka.

Adapun mengenai caranya, apakah dua rakaat satu salam (2+2+2+2+2+1), ataukah empat rakaat satu salam (4+4+3), manakah yang lebih Anda yakini? Cara yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib –pintu kota ilmu Rasulullah– (yang juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar), ataukah cara yang diriwayatkan oleh Aisyah? Sepenuhnya diserahkan pada Anda saja…

Wallahu a`lam bi al-shawab

–bersambung ke artikel berikutnya: “Bolehkah Salat Sunnah setelah Salat Tahajjud?”

Bandung, 26 Agustus 2010 / 16 Ramadhan 1431

Ashoff Murtadha

Keyword ke ashoffmurtadha.com

,jumlah rakaat shalat tahajud (809),jumlah rakaat sholat tahajud (598),sholat tahajud berapa rakaat (316),rakaat shalat tahajud (272),jumlah rakaat shalat tahajjud (142),berapa rakaat shalat tahajud (130),shalat tahajud berapa rakaat (104),berapa rakaat sholat tahajud (102),jumlah rakaat dalam shalat tahajud (93),jumlah rakaat tahajud (93),kata lain tasbih (60),rakaat shalat tahajjud (58),jumlah sholat tahajud (53),rakaat shalat 5 waktu (48),jumlah rakaat shalat malam (46),rokaat sholat Tahajud (45),tahajud berapa rakaat (42),jumlah rakaat solat tahajud (37),rakaat solat tahajud (37),sholat tahajud ada berapa rakaat (37),sholat tahajud yang benar berapa rakaat (32),jumlah rakaat dalam sholat tahajud (32),Berapa rakaat shalat tahajjud (26),jumlah rekaat sholat tahajud (26),istilah lain tasbih (25)
Jika artikel ini bermanfaat, silakan share di:
  • Digg
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • Technorati
  • del.icio.us
  • MyShare
  • MySpace

Leave a Reply

Our Sponsors

advertisement advertisement advertisement

Mau Menguasai Bahasa Arab?

 

HANYA 40 PERTEMUAN PILIH BERAPA LAMA: 10, 5, 2, ATAU 1 BULAN. Hub AMC, 0821-17-3545-71

INFO BUKU ARAB MUDAH

Miliki Buku Arab Mudah, karya Ashoff Murtadha, 0821-17-3545-71, Klik Ini

TESTIMONI PESERTA AMC

      Belajar di AMC (Arab Mudah Center) sangat mudah dipahami walaupun saya berada di luar negeri dan hanya melalui chatting. Dengan belajar di AMC sangat membantu saya dalam memahami bahasa Arab baik lisan atau tulisan dipandu oleh tenaga pengajar yang sudah berpengalaman di bidangnya... (Pramono, tinggal di Qatar)         Alhamdulillaah… Tak sesulit yang saya bayangkan. Sebenarnya sudah lama ada keinginan belajar bahasa arab tetapi tidak harus repot keluar rumah dan mencari-cari guru, karena keterbatasan waktu. Program chatting yang di tawarkan AMC betul-betul sederhana, mudah, dan benar-benar praktis. Tanpa harus melalui proses yang berbelit. Alhamdulillah saya sekarang lagi dan insya Allah untuk seterusnya amat sangat menikmati belajar bahasa arab lewat chatting ini.. (Wahida Murodi, Binjai Sumatera Utara)  

Contact

  • SIMPATI: 0821 17 3545 71
  • IM3 : 0857 2029 8950
  • XL : 0878 2762 6734
  • PIN BB :  HILANG

Rekening

an: ASOP MURTADLO MAHYA

  • MANDIRI : 131-00-1046694-6
  • BCA :  2830 6979 53
  • BNI : 02-7090-1073

SUT-N-BIN STRATEGY..!

SEDEKAH UTANG TABUNG NAFKAH BISNIS INVESTASI NIKMATI

close