Tidak diragukan bahwa salat tahajjud atau salat malam sangat ditekankan dalam Islam. Shalat al-layl –istilah lain dari salat tahajjud– merupakan aktivitas qiyam al-layl (bangun malam hari) atau ihya` al-layl al-layl (menghidupkan malam) yang sangat penting yang tidak sepatutnya ditinggalkan oleh seorang Mukmin. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan saat menghidupkan malam, tetapi shalat al-layl adalah yang paling utama harus dilakukan…
Begitu pentingnya, sehingga Nabi Saw. selalu mendawamkannya setiap malam. Begitu istimewanya, sehingga Allah Swt. menegaskannya dalam beberapa ayat-Nya. Dan begitu luar biasanya, sehingga Dia menjanjikan dalam sebuah ayat-Nya maqaman mahmudan, kedudukan yang terpuji kepada yang melakukannya.
“Dan dari sebagian malam, maka bertahajjudlah sebagai nafilah bagimu. Semoga Tuhanmu membangkitkanmu di sebuah kedudukan yang terpuji…” (QS al-Isra, 17:79)
Nabi Saw. bersabda kepada Abu Dzar al-Ghifari, “Barangsiapa mengakhiri hidupnya dengan qiyam al-layl, kemudian ia meninggal, maka baginya surga.”
Nabi Saw. berkata kepada Jibril, “Berilah aku nasihat.” Jibril berkata, “Hai Muhammad, hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau akan meninggal. Cintailah siapa saja yang kausukai, sesungguhnya engkau akan meninggalkannya. Berbuatlah sesukamu, sesungguhnya engkau akan menerima balasannya. Kemuliaan seorang Mukmin adalah salatnya pada malam hari, sedangkan keperkasaannya adalah ketika ia menahan bahaya dari menimpa manusia.”
Nabi Saw. bersabda, “Barangsiapa banyak salat malamnya, wajahnya akan baik di siang hari.”
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Saw. bersabda, “Salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam (shalat al-layl).” (HR Muslim), terdapat dalam buku Bulugh al-Maram, karya Ibnu Hajar al-Asqalani.
Salat malam adalah kemegahan dan perhiasan seorang Mukmin di dunia dan akhirat. Salat malam menghilangkan dosa yang dilakukan pada siang hari. Rumah yang dijadikan tempat salat malam dan membaca Al-Quran akan bersinar terang bagi penduduk langit, seperti bersinarnya bintang bagi penduduk bumi.
Ali bin Abi Thalib berkata, “Kalian harus melakukan salat malam. Karena, ia merupakan sunnah Nabi kalian, kebiasaan orang-orang salih sebelum kalian, mengusir penyakit dari tubuh kalian. Salat malam akan memutihkan wajah. Salat malam akan mewangikan bau tubuh. Dan salat malam akan mendatangkan rezeki.”
Salat malam adalah kemuliaan. Hanya sedikit saja orang yang meraihnya. Salat tahajjud adalah kemegahan. Hanya sedikit saja orang yang menikmatinya…
Semoga kita menjadi orang sedikit yang bisa menjalani dan menikmatinya.
Belajar menjalani salat malam, sekalipun banyak bolong di kebanyakan malam, lebih baik ketimbang tidak pernah melakukannya. Mengajak diri untuk belajar melakukan salat malam di sepertiga akhir malam, adalah lebih baik, sebelum kita bisa bisa mendawamkannya..
Maqam terpuji (maqaman mahmudan) hanya dijanjikan bagi mereka yang selalu bertahajjud di malam hari. Semoga kita termasuk dalam barisan kecil yang beruntung ini….
—- bersambung ke artikel berikutnya— “Kapankah Waktu Salat Tahajjud?”
Bandung, 26 Agustus 2010 / 16 Ramadhan 1431












