# 49 : Jika Benar Sedang Sulit, Kurangi Istirahatmu…!

Bagaimana bisa tidur orang yang sedang  menjalani hidup sulit…?

–Wakayfa yanaamu man kaana mu`siran……?–

Jika benar engkau sedang ditimpa kesulitan, kurangi waktu istirahatmu.. Jika benar rezekimu sedang terhambat, pergilah dari tempatmu tinggal… Tinggalkan tempat istirahatmu, temui alam sekitar, dan berbuatlah sesuatu untuk membuka berbagai pintu kemungkinan… Jalan keluar hanya dibentangkan bagi siapa saja yang mau mendekat dan melintasinya…. Pintu peluang hanya dibukakan bagi siapa saja yang mau menghampiri dan mengetuknya…

# 48 : Kesulitanmu akan Membuatmu Hebat

Berbahagialah orang yang sedang ditimpa kesulitan hari ini. Sebab ia sedang diberi kesempatan untuk menjadi kuat esok hari. Beruntunglah orang yang tengah diberi beban saat ini. Karena ia tengah berproses menjadi diri yang lebih berotot tidak lama lagi…

Engkau tidak perlu merasa diri paling malang hanya karena engkau tengah ditimpa musibah… Engkau tidak perlu merasa diri paling faqir hanya karena rezekimu sedang terhambat… Engkau tidak perlu merasa diri paling menderita hanya karena melihat orang-orang di sekitarmu nampak sejahtera dan ceria…

# 47: Sabar akan Menguatkanmu, Syukur akan Meninggikanmu

Seorang Mukmin adalah pribadi yang berjiwa besar, selalu menjadi pemenang atas hidup yang ia jalani. Ia selalu bersyukur atas apa yang ia terima, dan bersabar atas apa yang tidak ia nikmati. Ia selalu menjadi pengendali atas apa yang dianugerahkan, dan apa yang ditimpakan.

Syukur dan sabar adalah dua bagian iman. Keduanya adalah kembaran yang saling menyempurnakan. Keimanan akan sempurna ketika keduanya ada. Iman akan cacat ketika salah satunya hilang. Dan iman lenyap ketika keduanya pergi dari seseorang.  “Iman ada dua bagian: setengah ada dalam syukur, dan setengah lagi ada dalam sabar” (Nabi Saw)..

# 46 : Jangan Menilai Seseorang Hanya dengan Penglihatanmu Sekarang

Suatu saat mungkin engkau melihat seseorang tidak berlaku baik seperti yang kaupikirkan dan harapkan. Lalu engkau menilainya buruk, tidak berperikemanusiaan, tidak memiliki simpati dan empati seperti yang kaubayangkan. Bahkan mungkin engkau merasa lebih baik darinya, karena saat itu engkau bisa berbuat baik ketika ia tidak.

Berhati-hatilah…. engkau mungkin sedang tertipu… Bahkan engkau mungkin sedang salah menilai seseorang. Jika engkau menilainya hanya dengan apa yang kaulihat sekarang, maka akuilah bahwa engkau pun sering tidak berbuat baik ketika orang-orang bisa melakukannya. Dan sebagian dari kondisi demikian membenarkanmu untuk tidak berbuat baik.

# 45 : Bolehkah Melakukan Salat Sunnah setelah Salat Witir?

Redaksi pertanyaan di atas, bisa juga begini: “Bolehkah melakukan salat sunnah setelah salat tahajjud?” Atau, “Bolehkah melakukan salat sunnah setelah salat tarawih?”

Sebelumnya harus saya sampaikan bahwa saya tidak berkapasitas untuk menjawab pertanyaan di atas. Yang berhak dan pantas menjawabnya adalah seorang mujtahid atau marja`. Namun, dengan segala kekurangan, saya mencoba untuk memahami persoalan ini berdasarkan apa yang baca dan mengerti saja.  Semoga Allah Swt. mengampuni kekurangan saya.

# 44 : Jumlah Rakaat Salat Tahajjud dan Caranya

Salat tahajjud biasa juga disebut dengan nafilah al-layl. Disebut demikian, karena salat tahajjud merupakan salat sunnah rutin yang khusus dilakukan pada malam hari. Nafilah artinya sesuatu yang disunnahkan, atau tambahan. Selain malam hari, salat nafilah juga ada yang dilakukan pada subuh (yang disebut dengan nafilah al-shubhi) dan siang hari (yang disebut dengan nafilah al-nahar).

Di sini kita tidak membahas nafilah al-shubhi dan nafilah al-nahar. Sekarang kita fokus pada bahasan tentang nafilah al-layl. Mungkin suatu saat kita bisa bahas jenis nafilah lain pada kesempatan atau momentum lain, atau bahkan forum berbeda (belum tentu di blog, maksudnya).

# 43 : Mengqadha Shalat Tahajjud atau Memajukannya (Taqdim)

Bagaimana jika seseorang sangat ingin salat malam, tetapi ia bangun saat fajar sudah menyingsing, menjelang azan subuh berkumandang?
Atau, ia sangat ingin salat tahajjud, tetapi khawatir tidak bisa bangun pada sepertiga malam akhir, atau khawatir ia bermimpi basah dan saat bangun waktu salat tahajjud telah lewat?

Bolehkah orang dalam kondisi seperti itu memajukan pelaksanaan salat tahajjud sebelum tengah malam, atau sebelum ia tidur? Atau, bolehkah ia mengqadhanya ketika waktu salat tahajjud itu telah lewat?

# 42 : Kapankah Waktu Salat Tahajjud?

Salat tahajjud, salat malam, shalat al-layl, atau nafilah al-layl adalah istilah-istilah yang merujuk pada maksud yang sama, yakni salat malam atau tahajjud yang ditegaskan dalam QS al-Isra, 17:79. Sebenarnya shalat al-layl merupakan bagian dari paket salat tahajjud atau nafilah al-layl. Paket nafilah al-layl atau salat tahajjud terdiri dari (1) shalat al-layl (salat malam) yang terdiri dari 8 rakaat, (2) shalat al-syaf`i (salat genap) yang terdiri dari 2 rakaat, dan (3) shalat al-witr (salat witir, yang artinya salat ganjil) yang terdiri dari 1 rakaat. Semuanya berjumlah 11 rakaat.

# 41 : Keistimewaan Salat Tahajjud (Salat Malam)

Tidak diragukan bahwa salat tahajjud atau salat malam sangat ditekankan dalam Islam. Shalat al-layl –istilah lain dari salat tahajjud– merupakan aktivitas qiyam al-layl (bangun malam hari) atau ihya` al-layl al-layl (menghidupkan malam) yang sangat penting yang tidak sepatutnya ditinggalkan oleh seorang Mukmin. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan saat menghidupkan malam, tetapi shalat al-layl adalah yang paling utama harus dilakukan…

Begitu pentingnya, sehingga Nabi Saw. selalu mendawamkannya setiap malam. Begitu istimewanya, sehingga Allah Swt. menegaskannya dalam beberapa ayat-Nya. Dan begitu luar biasanya, sehingga Dia menjanjikan dalam sebuah ayat-Nya maqaman mahmudan, kedudukan yang terpuji kepada yang melakukannya.

# 40 : Perhatikan Muridmu, Bukan Dirimu

Jika engkau mengajar, perhatikan muridmu, bukan dirimu. Fokusmu adalah bagaimana agar muridmu bisa memahami apa yang kausampaikan, bukan bagaimana agar engkau terkesan pintar di depan mereka. Engkau harus membuat mereka paham, sekalipun ekspresimu mungkin mengesankanmu seperti bodoh di depan orang-orang… Prestasimu adalah ketika mereka mengerti, bukan ketika engkau terlihat pintar…

# 39 : Tidak Semua Peluang Meninggikanmu

Banyak orang yang tergoda oleh peluang. Mereka terkesima dan bergegas mengambilnya tanpa kecermatan yang dibutuhkan. Mereka mengira semua peluang itu bagus dan bermanfaat. Padahal sebuah peluang bisa jadi malah membahayakan pengambilnya….

Ada peluang yang menaikkan seseorang, ada juga yang menjatuhkannya. Ada peluang yang membangun, ada juga yang meruntuhkan… Ada peluang yang membuatmu mulia, tetapi ada juga peluang yang membuatmu hina…

# 38 : Peluang yang Pergi Tak Mungkin Kembali

Ambillah peluang, jangan kaulewatkan. Kemuliaan bisa diraih hanya oleh orang yang memanfaatkan peluang….

Ada tiga jenis peluang yang dimiliki seseorang: ada peluang yang datang tak diundang, ada peluang yang dicari, ada juga peluang yang diciptakan…

Apa pun dari ketiga jenis peluang itu yang di ada di hadapan seseorang, ia harus  mengambil dan menaikkanya menjadi sejumlah manfaat yang bernilai… Ia bertanggung jawab atas peluang yang telah dimilikinya, yang belum tentu datang kepada sembarang orang….

Tapi berhati-hatilah untuk satu hal ini….

# 37 : Kebaikanmu Dibalas Tidak Selalu oleh Penerimanya

Jika engkau berbuat baik, jangan merasa kebaikan itu milikmu… Jangan pula merasa bahwa engkaulah pengendalinya.

Kebaikan itu dari Tuhan. Ia juga milik-Nya. Seseorang tidak memiliki kebaikan yang telah ia lakukan, karenanya ia tidak mungkin menjadi sumber dari kebaikan-kebaikan yang ia lakukan…

Engkau harus berterima kasih kepada-Nya karena Dia telah memilihmu menjadi penyampai kebaikan-kebaikan-Nya, mengamanahimu menjadi media bagi kasih sayang-Nya, menyebar kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya.

# 36 : Jangan Kaupaksa Kebaikanmu Pagi Ini Berbuah Sore Hari

Jangan kaupaksa kebaikanmu pagi ini berbuah sore hari…

Setiap kebaikan pasti berbalas kebaikan. Sebagaimana keburukan pasti berbalas keburukan. Bila seseorang belum mendapatkan balasannya dalam waktu dekat, ia akan tetap menerimanya suatu saat…

Berbahagialah orang yang selalu menghadiahkan kebaikan. Sebab waktu-waktu dalam hidupnya hanya semakin mendekatkannya dengan buah manis yang akan ia nikmati. Lebih bahagia lagi jika kebaikannya itu mengajak hatinya selalu bahagia sejak pertama ia melakukannya. Tidak peduli apakah kebaikannya itu kelak berbuah seperti yang ia harapkan atau sebaliknya… Bahkan mungkin tidak dipikirkan sedikit pun balasannya…

# 35 : Jangan Kausesali Kebaikan yang Telah Kauberikan

Jangan kausesali kebaikan yang telah kauberikan…

Kita mungkin pernah menyesal telah berbuat baik kepada orang yang salah. Kita mungkin pernah menyesal karena kebaikan yang kita berikan ternyata membuat kita kecewa, bahkan mungkin terluka. Kita mungkin pernah menyesal karena kebaikan kita tidak berbuah seperti yang kita harapkan. Bahkan kita mungkin pernah menyesal karena kebaikan kita telah membuat orang lain semakin kuat berbuat jahat.

Powered by WordPress | Find BlackBerry Phones for Sale Online. | Thanks to Top Bank CD Rates, Free MMORPG Games and Home Information Packs